Merasa Mudah Stress? Kenali 8 Cara Menghilangkan Stress Ala Generasi Milenial


Cara menghilangkan stress tentu berbeda-beda, ada yang melakukannya dengan membaca buku, mendengarkan musik, atau olahraga. Kenali cara ,menghilangkan stress dan penyebabnya disini.

Merasa Mudah Stress? Kenali 8 Cara Menghilangkan Stress Ala Generasi Milenial


Sudahkah memiliki cara menghilangkan stress versi diri Anda sendiri? Stress atau depresi bias menjangkiti siapapun dan disebabkan oleh hal apa saja. Mulai dari anak usia sekolah sampai orang dewasa memiliki potensi terserang stress. Orang yang mengalami tekanan mental terkadang tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang perlu di perbaiki dalam dirinya. Sebelum membahas lebih jauh tentang cara melenyapkan stress, ada baiknya jika mengetahui penyebab depresi terlebih dahulu.

4 Penyebab Utama Stress Pada Anak Usia Remaja

Usia remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa. Pada usia ini seseorang akan memiliki tingkat keingintahuan yang cukup tinggi. Rasa serba ingin tahu dan gejolak emosional kadang selalu menyelimuti pikiran serta perasaan seorang remaja. Kondisi kejiwaan yang demikian tidak jarang membuat seseorang menjadi tertekan. Selain rasa ingin tahu dan gejolak emosi, depresi juga bisa disebabkan oleh faktor eksternal seperti lingkungan sosial. Oleh karena itu, ketahui penyebab stress berikut ini.


1. Tidak Bisa Mengekspresikan Diri

Memperlihatkan ekspresi senang, sedih, kecewa, cemas, marah dan emosi lainnya merupakan hal yang manusiawi. Jika Anda merasa kesal, marah, bahkan kecewa terhadap seseorang sebaiknya segera sampaikan perasaan Anda. Tentunya dengan cara dan bahasa yang tidak memicu pertengkaran, ya. Meski kadang diri Anda merasa ‘tidak apa-apa’, perasaan yang dipendam tersebut bias menjadi bom waktu yang bias meledak kapan saja.

Atau jika Anda memiliki permasalahan hidup yang Anda sendiri sulit untuk memahaminya, ada baiknya jika meluapkan masalah tersebut dengan cara bercerita ke orang terdekat atau mencurahkannya melalui diary book. Permasalahan yang di pendam sendiri tidak baik untuk kesehatan mental. Ingat, semakin berat beban mental yang di pikul akan berbanding lurus dengan semangat dalam menjalani hidup.

2. Hubungan dengan Orang Tua yang Kurang Intim

Hubungan darah antara orang tua dan anak memang tidak bisa dipisahkan oleh apapun. Namun dalam beberapa kasus, orang tua dan anak tidak memiliki hubungan komunikasi yang baik. Misalnya anak tidak terbuka kepada orang tua, sulit menceritakan pengalaman baru karena takut disalahkan, bahkan malas berkomunikasi karena orang tua yang terlalu sibuk. Hubungan komunikasi yang kurang intim inilah yang bias menjadi pemicu stress pada anak karena susana rumah yang seharusnya bisa jadi pelindung, malah membuat perasaan tidak nyaman.

Pada kasus seperti ini, bukan hanya anak yang harus aktif mendekati orang tua. Namun orang tua pun wajib melakukan pendekatan dan peka terhadap perilaku anak. Orang tua bias memulainya dengan menciptakan suasana ‘hangat’ terlebih dahulu seperti melakukan cerita ringan di waktu bersantai.

3. Sulit Berfikir Positif

Menjadi seseorang yang selalu memiliki pemikiran positif ternyata tidak mudah. Kebiasaan untuk selalu berfikir positif memang harus dibiasakan. Pikiran neting atau negative thinking bisa muncul dari perasaan cemas, khawatir, dan takut secara berlebihan. Sebagai manusia, memiliki perasaan cemas dan takut memang sangat wajar. Namun perasaan tersebut terus-menerus terjadi sepanjang hari sudah pasti akan menjadi beban bagi diri sendiri.

Orang selalu memiliki pikiran negatif, cenderung murung dan terlihat tidak bergairah dalam menjalani hidup. Mereka akan selalu diselimuti perasaan takut untuk melakukan suatu hal. Berpikiran negatif secara terus-menerus dapat mempengaruhi masa depan, lho. Selain menyebabkan diri menjadi stress karena tertekan, level kehidupan pun sepertinya akan sulit untuk meningkat ke level selanjutnya. Jadi sebaiknya, mulai latih mindset Anda untuk selalu berfikir positif ya.

4. Sedih Berlarut-Larut

Rasa sedih bisa disebabkan oleh banyak hal mulai dari permasalahan di sekolah, asmara, ditinggalkan oleh orang terkasih, dan masih banyak lagi. It’s ok jika Anda ingin mengekspresikannya dengan menangis. Tapi ingat, jangan berlarut-larut! Disadari atau tidak, kesedihan yang tidak dilupakan sedikit demi sedikit akan membebani jiwa. Anda harus berusaha untuk tidak mengingat lagi kejadian yang membuat sedih, hal ini dilakukan demi kesehatan mental Anda.

Jika teman atau orang di sekeliling Anda menyarankan untuk move on, tidak semata-mata diucapkan karena basa-basi. Move on menjadi salah satu caramenghilangkan stress paling ampuh, meski terkadang tidak mudah. Terus berusaha untuk mengalihkan pikiran dari berbagai hal yang membuat emosi down.

Tips dan Cara Mengalihkan Pikiran yang Stress

Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk menghilangkan stress. Ada yang melakukan olahraga, menjalankan hobi, menyibukan diri untuk bekerja, bahkan pindah ke tempat baru. Jika Anda belum mendapatkan cara menghilangkan stress yang sesuai, bisa ikuti beberapa tips dan cara di bawah ini.

1. Mulai Belajar ‘Puasa Sosmed dan Gadget’

Dalam kehidupan generasi milenial, sosmed dan gadget sudah seperti makanan pokok yang wajib dilihat dan disentuh setiap hari. Padahal, menurut penelitian yang dilakukan oleh University of California disebutkan bahwa pengguna internet aktif memiliki kecenderungan stress sebanyak 5 kali lipat dibanding orang yang tidak menggunakan internet. Mengapa hal itu bisa terjadi? Salah satunya dapat disebabkan oleh beberapa postingan pada sosial media yang bisa menggiring pikiran ke arah stress.

Lalu, seperti apa sih kriteria postingan sosial media yang tergolong toxic? Cara mengidentifikasi postingan toxic sebenarnya cukup mudah. Jika seseorang memposting suatu hal yang menjelekan orang lain, selalu melakukan kebiasaan buruk, tidak respect kepada orang lain, bahkan mengajak Anda melakukan perbuatan buruk dengan pembenaran sendiri bisa digolongkan sebagai toxic. Oleh karena itu, caramenghilangkan stress dengan puasa gadget dan sosmed dinilai paling ampuh karena Anda bisa terhindar dari berbagai racun pikiran.

2. Mulai Workout dengan Yoga

Yoga merupakan salah satu olahraga yang saat ini banyak digemari. Meski gerakan yang dilakukan tidak sedinamis olahraga lain, yoga sudah terbukti memiliki efek pada kebugaran jasmani dan rohani. Gerakan-gerakan sederhana pada olahraga yoga dapat merelaksasi jiwa, pikiran, dan otot-otot tubuh. Jika Anda sedang mengalami stress karena suatu hal, senam yoga di sore hari dapat dijadikan rekomendasi terbaik untuk mengembalikan stabilitas emosi Anda.

3. Prinsip Hedonisme untuk 1 Hari

Jika Anda sudah mencoba berbagai macam cara menghilangkan stress namun hasilnya nihil, cobalah untuk menjadi sosok yang ‘hedon’ dalam sehari. Meski cara ini terlihat sedikit kontrovesial, namun beberapa orang sudah berhasil membuktkan keberhasilannya dalam menghilangkan stress. Manjakan diri Anda dengan melakukan dan membeli apapun yang Anda inginkan, anggap sebagai reward atas hasil perjuangan keras melawan stress selama ini.

Tapi ingat ya, perilaku ‘hedon’ ini cukup lakukan sehari karena jika tidak sudah pasti akan merusak sistem keuangan Anda. Sebelum melakukan cara penyembuhan ini, ada baiknya jika memperhitungkan terlebih dahulu jumlah uang yang harus dihabiskan dalam sehari. Tujuannya supaya pundi-pundi tabungan Anda tidak jebol dan menyesal di kemudian hari.

Cara menghilangkan stress sebenarnya mudah karena bisa dilakukan dengan apapun. Setiap orang berpotensi menjadi stress karena pasti memiliki beban permasalahan masing-masing. Jika saat ini Anda sedang merasa tertekan, segera move on dan lakukan upaya pengalihan supaya tidak berlarut-larut yaa. Mengapa? Karena Anda adalah insan paling berharga yang sangat layak untuk berbahagia.

Belum ada Komentar untuk "Merasa Mudah Stress? Kenali 8 Cara Menghilangkan Stress Ala Generasi Milenial"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel