Waspada Bahaya Ranitidine! Ketahui Fakta tentang Obat Maag Laris Ini

Bahaya ranitidine saat ini sedang ramai diperbicangkan sejak izin edarnya dicabut oleh Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM). Simak faktanya pada artikel ini.

Waspada Bahaya Ranitidine! Ketahui Fakta tentang Obat Maag Laris Ini
(Resource: Gambar oleh Arek Socha dari Pixabay)

Bahaya ranitidine obat maag pertama kali ditemukan oleh badan pengawas obat dan makanan Amerika. Lembaga tersebut menyebutkan bahwa ranitidine mengandung zat yang dapat memicu tumbuhnya sel kanker. Meski demikian, BPOM tidak segera mencabut perizinan tersebut. Selang beberapa minggu setelah dilakukan penelitian, beberapa jenis obat ranitidine resmi ditarik dari peredaran.

Mengapa Ranitidine Ditarik dari Peredaran?

Seperti yang kita ketahui, ranitidine merupakan obat untuk mengobati asam lambung atau maag. Perusahaan produsen ranitidine memiliki izin untuk mngedarkan obat tersebut sejak tahu 1989 sampai akhirnya izin diberhentikan per September 2019. Berikut adalah beberapa poin mengapa ranitidine dicabut dari peredaran.

1. Terdapat Kandungan Bahan Pemicu Kanker

Penemuan kompisisi ranitidine zat pemicu kanker pada ranitidine ditemukan pertama kali oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika dan European Medicine Agency (EMA) Eropa. Mereka merek menemukan senyawa berbahaya berjenis N-nitrosodimethylamine (NDMA). Jika dibiarkan, senyawa ini dapat menimbulkan berbagai jenis sel kanker pada tubuh ketika digunakan dalam jangka waktu yang lama.

2. Ranitidine Memiliki Dampak Jangka Panjang

Bahaya ranitidine yang paling utama yaitu adanya zat pemicu kanker, ranitidine merupakan obat maag yang cukup laris dan banyak digunakan oleh masyarakat. Ranitidine termasuk ke dalam golongan obat histamine-2 receptor blockers yang mampu meredakan masalah lambung. Oleh karena itu tidak jarang obat ranitidine untuk kembung ini dianjurkan melalui resep dokter.

3. Pencabutan Tidak Dilakukan dengan Sembarangan

Setelah mendapatkan laporan dari FDA dan EMA, BPOM Indonesia tidak serta-merta mencabut izin edar obat ranitidine tersebut. Melainkan dilakukan pemeriksaan dan penelitian serta pengujian terlebih dahulu, yang dilakukan oleh pakar yang ahli di bidangnya. Hasil penelitian menyatakan bahwa:

1) Beberapa produk ranitidine mengandung NDMA dalam jumlah kecil, namun ditemukan juga produk ranitidine lain yang jumlah NDMAnya melebihi ambang batas.
2) Berdasarkan informasi yang dilansir dari CNN Indonesia, ranitidine yang dicabut ijin distribusi dan produksinya hanya produk yang sudah tercemar NDMA dalam jumlah besar dan berada di ambang batas aman.
3) Obat ranitidine yang ditarik dari peredaran hanya produk pemerian ranitidine injekasi  dan sirup. Sampai tanggal 10 September 2019 belum ada ranitidine dalam bentuk tablet yang ijinnya ditarik oleh BPOM Indonesia.

Apa Bahaya Senyawa NDMA Bagi Kesehatan?

NDMA merupakan senyawa yang dapat mudah sekali ditemukan paa air, daging merah, sayur-mayur, serta susu dan olahan produk susu seperti yogurt, mentega, dan sebagainya. NDMA dinilai dapat membahayakan bagi pasien yang memiliki maag kronis. Bahaya apa yang ditimbulkan?

1. Memicu Tumbuhnya Sel Kanker

Setelah dilakukan pengujian terhadap hewan, senyawa NDMA tergolong sebagai karsinogen yang tidak lain merupakan zat pemicu kanker. Jika dikonsumsi secara terus menerus, resiko terjadinya kanker terhadap penderita maag akan semakin tinggi.

2. Memicu Terjadinya Komplikasi

Tubuh yang terpapar NDMA yang melebihi batas aman (96 mg per hari) secara berkelanjutan membuka peluang terjadinya kanker hari, gangguan saluran pernafasan, gagal ginjal, dan gangguann pada pembuluh darah.

Jika Anda sudah terlanjur mengonsumsi obat ini tidak perlu khawatir, karena hanya beberapa merek ranitidine yang ijinnya dicabut dari pasaran. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan obat alternative lain.

Bagaimana Cara Mengatasi Maag Kambuh Secara Alami?

Jika Anda masih takut mengonsumsi obat maag karena berita tentang bahaya ranitidine, Anda bisa coba beberapa obat maag alami tanpa efek samping  di bawah ini.

1. Minum Banyak Air Putih

Meminum banyak air putih sudah terbukti menyehatkan. Banyak disini bukan berarti minum dalam jumlah banyak dalam satu waktu, melainkan minum air putih secara teratur sepanjang hari. Selain untuk mencegah dehidrasi, air putih juga berkhasiat sebagai pembersih lambung dari segala macam bakteri penyebab penyakit.

2. Makan Pisang

Pisang mengandung senyawa pektin yang cukup tinggi sehingga bisa dijadikan sebagai obat pencegah maag kambuh. Selain harganya murah, pisang juga sangat udah ditemukan. Sangat disarankan untuk mengonsumsi pisang organik untuk menghindari kandungan kimia pada pestisida.  Memakan pisang bisa dijadikan sebagai salah satu cara mengatasi maag kambuh secara tiba-tiba.

3. Konsumsi Alpukat

Kandungan vitamin E dan D yang terkandung dalam alpukat mampu mempercepat regenerasi luka pada dinding lambung yang terluka akibat asam lambung yang naik. Selain itu, buah alpukat juga bisa mencegah terjadinya maag kambuh. Konsumsi alpukat dengan cara di jus agar lebih mudah dicerna tubuh.

4. Hindari Paparan Asap Rokok

Jika asam lambung Anda tidak ingin naik, sebaiknya hindari paparan asap rokok. Asap rokok yang terhirup ke dalam tubuh dapat meningkatkan aktifitas produksi asam lambung. Himbauan ini tidak hanya berlaku bagi perokok pasif, melainkan utamanya ditujukan kepada perokok aktif. Jika Anda tidak ingin lambung kumat, kurangi merokok sedikit demi sedikit.

5. Makan Sesuai dengan Kebutuhan

Jika Anda memiliki riwayat tukak lambung, sangat disarankan untuk menghindari makan dalam porsi yang berlebihan. Komposisi gizi dan vitamin juga harus seimbang. Kemudian, hindari makanan pedas dan asam untuk menghindari aktifitas lambung yang berlebih.

6. Hindari Makanan yang Mengandung Gas dan Soda

Makanan yang mengandung gas dan soda harus benar-benar dihindari oleh penderita maag. Gas dalam makanan diantaranya terkandung dalam singkong, durian, lengkeng, dan buah-buahan kering lainnya. Gas yang masuk ke dalam perut dapat memicu maag kambuh degan cepat. Jika maag kambuh saat setelah minum makanan bergas, pertolongan pertama saat maag kambuh yaitu minum air putih yang banyak.

7. Mengunyah Permen Karet

Ketika mulut banyak beraktifitas, produksi air liur akan meningkat. Air liur ini dapat menetralkan kadar asam lambung. Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan produksi air liur yaitu dengan mngunyak permen karet. Tapi ingat, tips ini jangan dilakukan terlalu berlebihan ya karena kandungan pemanis yang terkandung di dalamnya juga tidak baik jika terlalu banyak masuk ke dalam tubuh.

8. Perhatikan dengan Baik Posisi Tidur

Saat maag kambuh, sebaiknya tidur dengan menghadap ke kiri atau meninggikan tubuh bagian atas. Jika Anda tidur dengan posisi yang sejajar maka rasa mulas dan mual akan semakin menjadi. Mengapa demikian? Karena posisi lambung dan tenggorokan yang sejajar akan memudahkan asam lambung lebih mudah mengalir ke tenggorokan. Hal inilah yang membuat Anda mual saat berbaring.

9. Jangan Berolahraga Setelah Makan

Saat setelah makan, perut mengalami tekanan tinggi. Oleh karena itu hindari berolahraga apapun itu bentuknya untuk menghindari terjadinya kontraksi, sakit perut, dan gejala maag kambuh. Beri jeda waktu setidaknya 1 jam sebelum memulai aktifitas olahraga. Selain itu, melakukan aktifitas olahraga setelah makan juga tidak baik untuk kesehatan.

Jika Anda masih tetap khawatir terhadap dampak buruk yang disebabkan oleh bahaya ranitidine, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jangan lupa agar selalu berhati-hati ketika mengonsumsi obat dan makanan yang berkaitan dengan maag.

Belum ada Komentar untuk "Waspada Bahaya Ranitidine! Ketahui Fakta tentang Obat Maag Laris Ini"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel