Jangan Jadi Pengagguran Akut! Ini Etika Mengirim Lamaran Pekerjaan Via Email yang Benar

Etika mengirim lamaran pekerjaan via email menjadi salah satu penilaian apakah Anda layak diterima atau tidak. Etika merupakan sesuatu yang harus dijunjung dimanapun dan kapanpun.

Jangan Jadi Pengagguran Akut! Ini Etika Mengirim Lamaran Pekerjaan Via Email yang Benar
(Resource: Gambar oleh Werner Heiber dari Pixabay)

 Ketika melamar pekerjaan, yang menjadi penilaian tidak hanya kepintaran dan bakat saja. Melainkan attitude dan kepribadian juga ikut serta menjadi bagian penilaian. Attitude pertama kali dilihat melalui etika mengirim lamaran pekerjaan via email yang dilakukan oleh pelamar. Berikut adalah tatacara dan etika penggunaan email untuk lamaran pekerjaan agar bisa menarik simpati si bos.

7 Etika Mengirim Lamaran Pekerjaan Via Email

Setiap orang hidup dengan latar belakang pendidikan dan lingkungan yang berbeda. Sehingga terkadang, perilaku dan sopan santun yang diterapkan dalam kehidupan pun berbeda. Nah, supaya Anda tidak dianggap tidak memiliki attitude saat melamar pekerjaan, ikuti tujuh etika melamar pekerjaan online di bawah ini.

1. Gunakan Nama Email dengan Nama Formal

Ketika melamar pekerjaan, jadilah pribadi yang profesional. Meski Anda belum resmi menjadi seorang pegawai, bersikap profesional dalam situasi apapun justru akan menjadi nilai tambah. Saat mengirimkan lamaran pekerjaan, jangan gunakan nama email yang sulit diidentifikasi dan cenderung kekanak-kanakan.seperti “narutoshipuden1234@gmail.com”, “wahyuganteng1414@gmail.com”, dan sebagainya sebaiknya segera buat akun email baru.

Buat alamat email baru dengan nama asli agar Anda terlihat lebih professional saat mencoba melamar sebuah lowongan pekerjaan. Biasanya pihak HRD akan menyaring lamaran pekerja berdasarkan kejelasan nama. Jangan sampai Anda menggunakan alamat email lama yang masih alay sehingga menjadikan Anda terlihat seperti sedang main-main.

2. Isi Bagian Subject dengan Jelas, Jangan Dibiarkan Kosong

Tidak hanya memenuhi syarat melamar pekerjaan, bagian subject merupakan bagian terpenting dari etika mengirim lamaran pekerjaan via email. Kolom subject menjadi tanda mengenai kepentingan yang Anda miliki terhadap perusahaan. Meskipun Anda memiliki nama email yang jelas namun kolom subjek dibiarkan kosong, HRD tidak akan melirik email yang Anda kirim karena dianggap tidak jelas apa kepentingannya.

Ikuti instruksi yang diminta oleh perusahaan. Biasanya tim HRD telah menentukan isi kolom subject yang diperuntukan bagi pelamar, misalnya “Lamaran Kerja Periode November” dan sebagainya. Jika perusahan tidak menentukan subject email, Anda bisa mengirimnya dengan kalimat yang professional seperti “Berkas Lamaran Posisi X” dan sebagainya.

3. Buat Cover Letter Pada Body Email

Kesalahan paling fatal dan sering dilakukan oleh pelamar pekerjaan yaitu isi body email lamaran kerja dibiarkan kosong. Mereka biasanya langsung memberikan attachment tanpa keterangan apapun. Etika mengirim lamaran via email seperti ini benar-benar dianggap sangat tidak sopan dan jelas tidak professional.

Ada baiknya jika Anda memperkenalkan diri secara singkat yang menjelaskan siapa Anda. Jangan lupa untuk selalu menggunakan bahasa Indonesia yang baku serta disampaikan dengan kalimat yang singkat, padat, dan jelas. Dengan demikian, email yang dikirimkan akan terlihat lebih santun dan beretika.

4. Jelaskan Maksud dan Tujuan

Setelah meperkenalkan diri secara singkat, kemudian sampaikan maksud dan tujuan anda mengirim email ke perusahaan. Sampaikan secara  jelas dengan bahasa yang mudah dimengerti, jangan gunakan kata yang disingkat, serta gunakan tatanan EYD yang baik. Anda akan mendapatkan nilai plus karena menerapkan etika mengirim lamaran pekerjaan via email dengan baik.

5. Jelaskan Kualifikasi dengan Spesifik

Masih di bagian body email, setelah menuliskan dua hal di atas kemudian Anda bisa menyampaikan lamaran kerja dan posisi spesifik yang diinginkan. Jangan lupa sampaikan kualifikasi yang Anda miliki, kontribusi yang dapat Anda berikan ke perusahaan, serta kontribusi yang bisa diberikan kepada posisi yang Anda lamar.

Setelah itu, tutup body email dengan paragraf yang jelas dan sopan. Ucapkan terimakasih kepada HRD karena telah berkenan membaca email yang Anda kirimkan. Kemudian terakhir, berikan signature pada bagian paling akhir seperti Regard, Salam Hormat, dan sebagainya. Setelah part body selesai, etika mengirim lamaran kerja selanjutnya yaitu melampirkan attachment  secara lengkap sesuai yang diminta oleh perusahaan.

6. Perhatikan Nama File yang Akan Dikirimkan

Saat sebelum mengirimkan attachment, sebaiknya periksa nama file terlebih dahulu. Pastikan ile sudah dinamai secara jelas, pantas, dan professional tentunya. Anda bisa menamai file seperti “Scan KTP – Mudita – Admin Gudang”. Jangan sampai file diberi nama dengan nama yang tidak pantas seperti “surat kelakuan baik fix” atau bahkan file masih bernama “doc1”.

Nama file yang jelas akan mudah dimengerti dan diidentifikasi oleh tim HRD. Selain itu, Anda juga bisa berpotensi mendapatkan nilai lebih. Dengan berbekal sopan santun dan etika mengirim lamaran pekerjaan via email Anda memiliki peluang lebih besar untuk diterima di perusahaan. Kerapihan mengirim lamaran bisa menjadi salah satu poin penilaian HRD terhadap calon karyawan baru.

7. Cari Waktu yang Tepat untuk Mengirim Email

Satu hal penting lain yang sering dianggap sepele oleh pelamar kerja yaitu timing untuk mngirim email. Waktu yang tepat untuk mengirimkan sebuah lamaran pekerjaan yaitu pada jam kerja, at least pukul 09.00 sampai pukul 15.00. Jangan sampai Anda mengirimkan email lamaran saat tengah malam. Alih-alih berharap diproses dengan cepat, email yang Anda kirim malah masuk ke daftar blacklist.

Apa yang harus Anda Siapkan Sembari Menunggu Email Sukses di Approve?

Saat menunggu email balasan, Anda bisa melakukan hal produktif ini untuk menyiapkan jikalau lamaran yang Anda kirim diterima.

1.       Latihan Berbicara
Ketika Anda sedang menunggu panggilan, ada baiknya jika Anda melatih kemampuan berbicara. Kemampuan berkomunikasi sangat dibutuhkan terutama oleh posisi tertentu seperti resepsionis, HRD, sekretaris, dan lain sebagainya. Mulai latih kemampuan komunikasi mulai dari komunikasi yang dilakukan secara individual sampai komunikasi mealui presentasi. Atau, Anda bisa mencari info mengenai poin dan cara menilai orang saat interview.

2.       Asah Kemampuan Anda
Mengasah kemampuan menjadi hal yang wajib dilakukan selama menunggu panggilan. Anda harus bisa memprediksi kemampuan apa saja yang diperlukan ketika bekerja nanti, entah itu kemampuan editing, mengoperasikan Microsoft Office, accounting, dan sebagainya. Mengapa Anda harus belajar? Karena tidak sedikit perusahaan yang mengetes langsung kemampuan calon pegawai ketika interview.  Dengan berlatih, Anda tidak akan gugup bahkan ngeblank.

3.       Belajar Bahasa Asing
Saat ini hampir semua perusahaan membutuhkan karyawan yang memiliki kemampuan berbahasa asing, baik secara verbal maupun non verbal. Maka dari itu agar bisa mendapatkan nilai plus saat proses interview, sangat dianjurkan untuk mempelajari bahasa asing. Setidaknya, Anda bisa menerjemahkan suatu tulisan dari satu bahasa ke bahasa lain.

4.       Pelajari Apapun tentang Perusahaan.
Saat proses interview tidak jarang HRD akan menanyakan “apa yang Anda ketahui tentang perusahaan?”. Lalu, tidak sedikit pula calon pelamar kerja yang tidak tahu apa-apa tentang perusahaan yang ia lamar. Oleh karena itu sebelum fix mendapatkan panggilan, pelajari hal umum tentang perusahaan, job description dan tugas posisi yang Anda lamar, serta hal lainnya.

Bagaimana, apakah etika di atas sudah Anda lakukan ketika mengirim lamaran pekerjaan? Etika mengirim laamaran via email sangat wajib dipraktikan. Jangan ulangi kesalaha yang sama, ya. Agar lamaran yang Anda kirimkan tidak masuk ke dalam blacklist bahkan masuk ke kategori spam, lakukan cara menulis email formal yang sudah dijelaskan tadi.

Belum ada Komentar untuk "Jangan Jadi Pengagguran Akut! Ini Etika Mengirim Lamaran Pekerjaan Via Email yang Benar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel