Jangan Dianggap Remeh, Tanda Ini Bisa Jadi Salah Satu Gejala Stress Pada Bayi


Gejala stress pada bayi dapat diidentifikasi dengan mudah jika orang tua peka terhadap perubahan perilaku yang terjadi.

Jangan Dianggap Remeh, Tanda Ini Bisa Jadi Salah Satu Gejala Stress Pada Bayi


Stress tidak hanya dialami orang dewasa. Ank kecil bahkan bayi sekalipun sangat rentan mngidap stress. Oleh karena itu sebagai orang tua harus peka terhadap gejala stress pada bayi dan tahu bagaimana cara mengatasinya. Stress yang tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat bisa berpotensi merusak kesehatan.

Bayi yang stress salah satunya bisa disebabkan karena kehilangan rasa aman. Biasanya hal ini terjadi ketika bayi yang biasa ditunggui orang tua, tiba-tiba harus berpisah karena orang tua harus bekerja misalnya. Bayi yang kehilangan rasa aman biasanya menunjukan suatu perilaku yang tidak biasa. Maka dari itu ketahui beberapa tanda bayi tidak nyaman.

7 Gejala Stress yang Terjadi Pada Bayi

Kenapa bayi bisa stress? Rewel, susah diatur, dan keinginan yang susah ditebak adalah beberapa ciri khas sifat yang dimiliki seorang bayi. Namun tahukah Anda? Ketika bayi berperilaku tertentu, berarti ia sedang mengalami stress. Berikut adalah pertanda kalau bayi sedang mengalami stress.

1. Lebih Sering Cranky

Tidak ada bayi yang tidak rewel. Jika biasanya selama tidur ia tidak pernah menangis kecuali popoknya basah atau haus, namun kali ini ia sering menangis setiap malam maka bukan berarti ada ‘makhluk halus’ menghampiri. Rewel yang terjadi berlebihan bisa jadi pertanda bahwa bayi sedang mengalami stress.

2. Gelisah Saat Tidur

Pernahkah Anda melihat seseorang tidur secara gelisah? Tidur gelisah bisa ditandai dengan banyaknya gerakan ketika sedang terlelap. Biasanya tidur yang gelisah banyak terjadi pada orang dewasa. Namun jika Anda peka, bayi juga bisa mengalami hal serupa. Salah satu tanda bayi sedang stress diantaranya tiba-tiba terbangun dari tidur kemudian menangis. Padahal waktu itu bukan waktuna minum susu dan setelah dicek popoknya tidak basah.

3. Berat Badan Perlahan Turun

Setiap bulan biasanya bayi akan ditimbang secara rutin. Jika Anda melihat grafik pada catatan perkembangan bayi khususnya pada grafik timbangan menurun, maka Anda harus menaruh perhatian lebih pada si kecil. Faktor penyebab turunnya timbangan bisa jadi karena faktor stress. Bayi tidak bisa mengutarakan apa yang ia rasakan sehingga orang tua harus lebih sensitif terhadap apapun yang terjadi pada buah hati.

4. Susah Ceria

Bayi sangat identik dengan kepolosan dan keluguannya. Ketika diajak bermain dengan permainan sederhana, biasanya ia akan langsung merespon dengan gerakan tangan, tersenyum, bahkan tertawa. Namun jika akhir-akhir ini bayi kurang ceria bahkan menangis atau rewel berkepanjangan ketika diajak bermain, bisa jadi pertanda bahwa si kecil sedang stress. Orang tua harus paham tentang bagaimana cara mengatasi gejala stress pada bayi.

5. Bayi Berubah Menjadi Lebih Pendiam

Sifat bayi pada umumnya yaitu hiperaktif, ceria, dan kadang-kadang rewel. Ketika bayi berubah menjadi pendiam, ibu harus hati-hati karena siapa tahu bayi sedang mengalami stress. Bayi yang sedang stress tidak akan menunjukan kebiasaan pada umumnya. Sang buah hati akan jarang sekali menangis dan tidak ceria. Perilakunya juga berubah menjadi dingin dan sulit untuk diajak berkomunikasi.

6. Tidak Mau Dilepas Orang Tua

Saat bayi sedang merasa stress, biasanya mereka tidakakan bisa ditinggal barang sekejap. Pada keadaan ‘normal’ bayi bisa ditinggalkan sebentar misal karena ibu ada keperluan mendesak sehingga buah hati harus dititipkan ke orang lain. Namun ketika bayi sedang merasa tidak nyaman, akan sulit sekali untuk melepaskannya dari pangkuan ibu.

7. Jatuh Sakit

Efek bayi stress yang paling parah yaitu jatuh sakit. Jika setelah beberapa hari buah hati Anda mengalami salah satu gejala stress pada bayi yang telah disebutkan di atas kemudian mengalami sakit, segera bawa ke dokter untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Konsultasikan mengenai perubahan perilakunya dalam beberapa hari ini dan minta saran terbaik mengenai apa yang harus dilakukan. Jangan khawatir, sakit yang disebabkan oleh stress biasanya tidak akan berlangsung lama.

Tips Menangani Bayi Stress

Menjadi orang tua memang harus mampu memahami apapun yang tidak bayi katakan. Maka dari itu, memperhatikan setiap kebiasaan sang buah hati sangat penting karena perilakunya bisa menjadi kode yang memiliki arti bagi orang tua. Berikut tips mencegah terjadinya stress pada buah hati.

1. Sering Mengajak Ngobrol

Menurut beberapa ahli bayi yang sering diajak ngobrol oleh ibunya memilikitingkat kecerdasan emosi dan intelektual yang lebih tinggi dibandingkan bayi yang jarang diajak berbicara. Meski ia tidak memahami apa yang dikatakan oleh ibu, namun secara batin akan terjalin hubungan antara ibu dan anak yang semakin erat. Hal dinilai menjadi model terapi paling ampuh untuk mencegah stress pada bayi.

2. Jangan Biarkan Suasana Ruangan Sepi

Biasanya bayi sangat mudah sekali merasa bosan, apalagi jika sudah memasuki usia 6 bulan ke atas. Rasa bosan yang terus menerus terjadi setiap hari bisa meningkat mnjadi stress. Untuk menenangkannya berikan sedikit alunan musik bernada pelan di ruangan bayi. Beberapa pakar menyebutkan bahwa bayi yang didengarkan musik sejak berada di dalam kandungan memiliki jiwa yang lebih tenang dan lebih mudah memahami kata-kata kelak.

3. Ajak Bayi Mengikuti Aktifitas

Terapi bayi untuk menghilangkan stress selanjutnya yaitu dengan mengajaknya agar ikut beraktifitas. Jika ingin mengajak bayi agar turut serta dalam aktifitas yang ibu lakukan, ibu harus melihat situasi terlebih dahulu dengan mempertimbangkan apakah aktifitas yang akan dilakukan dengan si kecil aman atau tidak. Misalnya ibu bisa mengajak sang buah hati ikut mencuci piring dengan menempatkannya di baby bouncer atau stroller.

4. Bawa Jalan-Jalan

Membawa jalan-jalan bayi saat pagi dan sore hari memang menyenangkan. Ternyata selain menyenangkan, jalan-jalan juga bermanfaat untuk kesehatan mental si kecil, lho. Dengan melihan suasana dan lingkungan baru akan membuat bayi tidak mudah bosan.I a akan lebih mudah beradaptasi dengan berbagai macam lingkungan barunya.

5.  Ajarkan Buah Hati Bersosialisasi

Jika bayi sudah berusia 8 bulan ke atas, ada baiknya untuk mengajarkannya sosialisasi. Jangan sungkan untuk mengenalkannya dengan sesama bayi yang seusia. Anda juga bisa lebih sering mengajaknya berbicara agar kosakata di dalam memori otaknya terus bertambah. Terkadang bayi yang sulit bersosialisasi dengan orang lain akan mudah stress ketika ia harus berhadapan dengan orang baru. Akibatnya tidak lain adalah cranky.

6. Kenalkan Bayi Pada Hal yang Baru

Mengenalkan bayi kepada hal baru bukanlah hal buruk. Ada banyak hal yang harus buah hati ketahui. Apapun yang bayi sentuh selama hal tersebut tidak berbahaya bagi keamanan dan kesehatannya tidak boleh dilarang karena larangan yang setiap kali dilontarkan orang tua akan berdampak pada psikologisnya. Biarkan ia mengeksplorasi keingintahuannya, tugas orang tua tetap mengawasi  sang buah hati.

Banyak sekali cara untuk mencegah terjadinya stress pada bayi. Artikel ini bisa dijadikan sebagai referensi bagi Anda ketika bingung apa yang harus dilakukan ketika bayi sering rewel. Bayi bisa stres sejak masih dalam kandungan, lho. Oleh karena itu jaga si kecil dengan baik sejak dalam kandungan. Semoga artikel ini bermafaat ya.

Belum ada Komentar untuk "Jangan Dianggap Remeh, Tanda Ini Bisa Jadi Salah Satu Gejala Stress Pada Bayi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel