Kenali Jenis Pekerjaan yang Cocok untuk Otak Kiri

Mencari pekerjaan bukanlah suatu hal yang mudah. Ada jenis pekerjaan yang cocok dengan passion dan sebaliknya. Maka dari itu, ketahui jenis pekerjaan yang cocok untuk otak kiri.

Kenali Jenis Pekerjaan yang Cocok untuk Otak Kiri
 (Resource: Gambar oleh ElisaRiva dari Pixabay)

Jika dilihat dari perspektif psikologi, otak manusia terbagi mejadi 3 bagian yaitu otak kiri, otak kanan, dan otak tengah. Kemampuan manusia untuk memaksimalkan kerja otak berbeda-beda. Sangat jarang sekali ada seseorang yang mampu memaksimalkan otak secara keseluruhan. Maka dari itu tidak semua jenis pekerjaan cocok bagi seseorang. Lebih lengkapnya, simak ulasan tentag jenis pekerjaan yang cocok untuk otak kiri.

Ini Tandanya Bahwa Anda Lebih Dominan ke Otak Kiri

Hampir sebagian besar orang tidak mengetahui ke arah mana otak mereka bekerja. Sehingga tidak jarang jika ada yang pertanyaan seputar otak kanan dan otak kiri mereka tidak bisa menjawab. Padahal untuk mengidentifikasinya cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri. Berikut adalah tanda bahwa otak Anda lebih dominan ke otak kiri.

1.       Selalu Bertindak dengan Mengedepankan Rasio

Seseorang yang lebih condong menggunakan otak kiri memiliki logika dan rasio yang tinggi. Ia mempunyai kemampuan berhitung, membaca, menulis, dan analisa yang tinggi. Otak kiri menjadi pusat Intelligence Quotient atau IQ. Orang yang cenderung bertindak dengan mengandalkan otak kiri hampir bisa dipastikan memiliki IQ yang tinggi.

IQ merupakan gambaran mengenai beberapa kemampuan seperti kemampuan nalar, problem solving, memahami gagasan, bahasa, daya tangkap, proses pembelajaran, da lainnya. IQ berkaitan erat dengan kecerdasan kognitif yang dimiliki oleh seseorang. jenis pekerjaan yang cocok untuk otak kiri juga ditentukn oleh IQ seseorang. Untuk mengetahui tingkat IQ harus dilakukan tes semacam psikotest. Tes tersebut juga bisa dijadikan sebagai tes dominan otak kiri atau otak kanan.

2.       Pandai Menganalisa Sesuatu dengan Logis

Jika Anda mendapati suatu permasalahana lalu kemudian berusaha memecahkannya dengan cara yang masuk akal, bisa dipastikan bahwa Anda memiliki kecenderungan menggunakan otak kiri. Ketika ada permasalahan Anda akan menyingkirkan segala hal yang sekiranya tidak masuk akal seperti kekuatan gaib, keberadaan makhluk halus, dan sebagainya.

Anda akan mencari jawaban atas permasalahan melalui sumber yang ilmiah. Misalnya ada salah satu anggota keluarga yang sering sakit. Orang yang tidak memiliki kecenderungan berpikir dengan otak kiri akan menganggap bahwa anggota keluarga tersebut diganggu makhluk halus. Berbeda halnya dengan pemikiran Anda yang menilai bahwa anggota keluarga ini memiliki permasalahan dengan imun.

3.       Mempertimbangkan Resiko Sebelum Memutuskan Sesuatu

Tidak semua orang mampu mempertimbangkan resiko yang mungkin terjadi di masa depan. Orang yang sembrono dalam mengambil keputusan sangat mudah ditemukan. Seseorang yang memiliki kecenderungan menggunakan otak kiri selalu memikirkan sesuatu dengan matang. Maka dari itu jenis pekerjaan yang cocok untuk otak kiri biasanya memiliki prestise yang tinggi.

Mulai dari apa tindakan tepat yang harus dilakukan, konsekuensi yang mungkin terjadi, sampai pencegahan agar terjadinya hal buruk dapat diminimalisir. Orang dengan otak kiri bukan orang yang gegabah dalam melakukan setiap keputusan.  Semuanya harus didasari dengan alasan yang logis.

4.       Kurang Bisa Bersosialisasi

Tidak ada manusia sempurna di dunia ini, selalu ada kekurangan yang melekat pada setiap manusia. Meski orang berotak kiri menjalani hidup dengan penuh rasionalitas, justru mereka kurang handal dalam hal sosialisasi. Orang dengan otak kiri cenderung memiliki lingkar pergaulan yang sempit karena sulitnya mendapatkan teman yang satu frekuensi dengan pemikirannya.

Namun jangan khawatir, masalah sosialisasi dapat dilatih “secara paksa” agar otak kanan dan kiri seimbang. Si otak kiri harus dipaksa untuk bergaul dan bertemu dengan orang baru. Ikuti alur pembicaraan yang terjadi secara spontan, jangan terlalu ego, dan jangan malu untuk membuka pembicaraan. Seiring berjalannya waktu kemampuan sosialisasi si otak kiri akan terasah meski sedikit sulit di awal percobaan.

Jadi, Apa Pekerjaan yang Cocok untuk Otak Kiri?

Cara berpikir otak kiri berbeda dengan orang yang dominan otak kanan. Sehingga apapun yang akan mereka kerjakan harus sesuai dengan pola pikirnya, termasuk ketika mmeilih jurusan kuliah dn pekerjaan. Jurusan kuliah untuk otak kanan jangan sampai dikerjakan oleh mereka yang dominan otak kiri karena tidak akan maksimal nantinya.

Jenis pekerjaan yang cocok untuk otak kiri pun harus pekerjaan yang kegiatannya berpikir menganalisa secara logis. Mereka tidak akan merasa nyaman ketika harus bekerja di bidang industri kreatif dan bidang seni lainnya. Kalaupun memang bisa, pekerjaan yang dilakukan tidak akan maksimal. Berikut daftar pekerjaan yang cocok untuk si otak kiri.

1.       Pengajar

Profesi pengajar seperti guru, dosen, atau pengajar les privat dituntut untuk selalu berfikir rasional terutama di hadapan muridnya. Dalam menjalankan profesinya, seorang pengajar harus mampu menganalisa setiap permasalahan selama jam kelas, mengingat materi yang diajarkan, dan mengetahui metode penyampaian agar murid memahami apa yang diajarkan.

2.       Wartawan

Jenis pekerjaan yang cocok untuk otak kiri salah satunya menjadi wartawan atau jurnalis. Seorang jurnalis harus mampu berfikir secara objektif, sistematis, logis, dan kritis. Ketiga hal tersebut sangat cocok dengan cara berpikir otak kiri yang menyukai tantangan. Ketika mencari sumber berita entah melalui observasi atau wawancara, sang jurnalis tidak boleh mengabaikan informasi yang diberikan informan sedikitpun.  

3.       Akuntan

Sebagai pusat berhitung, profesi akuntan cocok bagi si otak kiri yang menyukai hitungan dan menyukai analisis. Tapi ingat, tidak semua profesi akuntan disukai oleh orang dengan dominan otak kiri. Alasannya karena tidak semua orang yang condong berpikir dengan otak kiri menyukai hitung-hitungan. Beberapa diantara mereka menyukai hapalan, membaca, menulis, dan aktifitas lain selain menghitung.

4.       Lawyer

Nah, jika Anda seseorang yang berpikir lebih dominan menggunakan otak kiri namun tidak menyukai hitungan, menjadi seorang lawyer sepertinya bisa dijadikan sebagai pertimbangan. Pasalnya menjadi seorang lawyer sangat mengandalkan otak kiri mulai dari menghapal berbagai aturan, memahami penerapannya, sampai memahami konsekensi logis dari sebuah aturan dan tindakan.

Menjadi seorang lawyer tidak melulu harus menjadi penegak hukum seperti hakim, jaksa, dan pengacara. Anda bisa bekerja sebagai lawyer di perusahaan swasta dan lembaga keuangan bank maupun non-bank. Saat bekerja Anda akan selalu dihadapkan dengan berbagai macam perosalan yang membutuhkan penyelesaian secara logis dan menguntungkan pihak dimana Anda bekerja. Menarik, ya?

5.       Peneliti

Pernahkan Anda bermimpi menjadi seorang peneliti yang bekerja di sebuah laboratorium? Jika saat ini Anda seorang pecinta sains, menyukai hitungan dan segala tantangan, impian tersebut sangat mungkin terjadi. Kemungkinan tersebut akan semakin bertambah ketika si otak kiri selalu dilatih untuk menganalisis dan memecahkan berbagai permasalahan di bidang sains.

6.       Dokter

Kedokteran merupakan salah satu jurusan kesehatan yang banyak peluang kerja serta profesi yang lebih banyak menggunakan otak kiri. Alasannya karena ketika menempuh sekolah kedokteran, otak kiri harus benar-benar bekerja keras untuk memahami berbagai materi yang disampaikan. Mulai dari materi hitungan, hapalan, analisis, sampai eksekusi harus benar-benar dipahami.

Namun seorang dokter juga harus mampu mengandalkan otak kanannya untuk bersosialisasi dengan pasien. Seorang dokter harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk menjaga hubungan baik dengan pasien, rekan kerja, dan pihak lain yang berkaitan dengan pekerjaan.

Itulah jenis pekerjaan yang cocok untuk otak kiri. Carilah pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan yang Anda miliki. Alasannya karena pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan tidak akan menjadi beban ketika harus dikerjakan setiap hari. Jika saat ini Anda masih kuliah, siapkan apa saja yang harus dilakukan untuk memasuki dunia kerja.

Belum ada Komentar untuk "Kenali Jenis Pekerjaan yang Cocok untuk Otak Kiri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel