Ibu Hamil Hati-Hati, Ketahui Penyebab dan Pencegahan Janin Meninggal di Dalam Kandungan

Peyebab janin meninggal di dalam kandungan sangat beragam. Oleh karena itu, ketahui apa saja penyebab dan cara pencegahannya.

Ibu Hamil Hati-Hati, Ketahui  Penyebab dan Pencegahan Janin Meninggal di Dalam Kandungan
(Resource: Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay)

Berita janin meninggal di dalam kandungan akhir-akhir ini menjadi perbincangan yang cukup hangat. Pasalnya di awal bulan Oktober kisah bayi meninggal di dalam kandungan bertambah, pasangan selebriti Ammar Zoni dan Irish Bella telah kehilangan calon anak kembarnya di usia kandungan yang sudah besar. Hal ini tentu harus dijadikan sebagai catatan dan pelajaran bagi setiap ibu hamil, agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi. Berikut ulasan lengkap tentang penyebab bayi meninggal saat di kandungan.

Penyebab Janin Meninggal di Dalam Kandungan Secara Umum

Meninggalnya sang buah hati saat berada di dalam kandugan menjadi hal yang paling ditakuti oleh setap orang tua. Semua pihak pasti akan merasa terpukul terutama jika usia kandungan sudah besar dan hanya tinggal menghitung hari ke momen persalinan. Maka dari itu lakukan periksa rahim dan bayi secara rutin dan ketahui beberapa penyebab janin meninggal ketika berada di dalam kandungan.

1. Fungsi Plasenta yang Tidak Normal

Hampir sebagian besar kasus bayi yang meninggal di dalam kandungan atau still birth diakibatkan oleh fungsi plasenta yang tidak normal. Plasenta merupakan organ yang menyalurkan oksigen dan nutrisi ke janin. Ketika plasenta tidak bisa berfungsi dengan baik, maka secara otomatis perkembangan dan pertumbuhan bayi pun menjadi terhambat. Konsekuensi paling berat selain bayi  tumbuh cacat, juga bisa mengakibatkan janin mati tanpa pendarahan.

2. Ibu Hamil Menderita Suatu Penyakit

Ketika sedang hamil, menjaga kesehatan bagi ibu dan bayi menjadi prioritas utama. Jika ibu memiliki suatu riwayat penyakit, ada baiknya jika selalu melakukan pencegahan ekstra bahkan terhadap batuk dan pilek sekalipun. Pasalnya karena bayi di dalam kandungan sangat rentan terhadap virus dan bakteri penyebab penyakit. Tidak hanya itu, bayi juga sangat sensitif terhadap penyakit yang di derita ibu. Bayi bisa mendapatkan imbas ketika penyakit ibu kambuh.

Jika ibu memiliki riwayat penyakit seperti darah tinggi, kolesterol, diabetes, dan penyakit ‘menahun’ lainnya usahakan agar selalu melakukan pencegahan. Ibu yang menderita riwayat penyakit tertentu memiliki resiko janin meninggal di dalam kandungan lebih tinggi. Selain melakukan pencegahan, upayakan juga untuk lakukan cek dan konsultasi dengan dokter kandungan secara rutin untuk menjadi ibu hamil sehat.

3. Janin Terinfeksi Bakteri

Seperti yang telah disebutkan di atas, bayi sangat rentan terhadap virus, bakteri, dan mikroorganime asing. Bagaimana janin bisa terinfeksi bakteri? Bakteri yang masuk ke dalam rahim biasanya masuk melalui vagina dan bersarang di saluran rahim. Jika tidak segera mendapatkan penanganan, maka resiko terberat yaitu bayi meninggal di dalam kandungan.

Bakteri yang masuk ke dalam rahim bisa disebabkan karena kondisi vagina yang lembap, sehingga bakteri bisa berkembangbiak disana. Bakteri akan tumbuh lebih pesat ketika vagina jarang dibersihkan, terdapat bakteri lain yag bersarang di celana dalam, bahkan bakteri bisa meyebar melalui air yang terlihat bersih.

4. Bayi Mengalami Kecacatan

Memeriksa kondisi kandungan secara berkala tidak hanya dilakukan untuk mengetahui jenis kelaminnya saja. Melainkan, pemeriksaan kandungan secara rutin ditujukan untuk mengetahui perkembangan bayi secara keseluruhan, mulai dari kelengkapan organ fisik hingga organ tubuh bagian dalam. Jangan sampai terjadi janin tidak berkembang saat dikandung.

Bayi yang meninggal di dalam kandungan jarang terjadi jika kecacatan menyerang organ fisik. Hampir sebagian besar stillbirth terjadi karena bayi mengalami kecacatan pada bagian organ tubuh dalam seperti ukuran jantung yang tidak normal dan paru-paru yang tidak berfungsi. Selain itu, gangguan kromosom serta faktor lingkungan dan genetik juga bisa menjadi salahs atu penyebab janin meninggal di dalam kandungan.

5. Bayi Terlilit Tali Pusar

Bayi yang terlilit oleh tali pusar sangat sulit di deteksi dari luar. Ibu tidak akann merasakan gejala apapun ketika sang janin terlilit. Selama di dalam kandungan, bayi melakukan pergerakan-pergerakan yang memutar. Gerakan inilah yang bisa menyebabkan bayi terlilit tali pusar. Namun perlu ibu ketahui, lilitan tali pusar terbagi dua yaitu lilitan longgar dan lilitan yang mencekik. Terlilit tali pusar menjadi salah satu penyebab kasus bayi meninggal di dalam kandungan usia 9 bulan.

Jika diketahui lilitan yang menjerat bayi longgar, maka ibu tidak perlu terlalu khawatir. Lilitan yang longgar biasanya akan terlepas dengan sendirinya seiring dengan pergerakan sang bayi. Jangan lupa berdoa kepada Tuhan agar selalu memberikan kesehatan dan keselamatan bagi ibu dan bayi. Lilitan tali pusar pada bayi tidak ada kaitannya sama sekali dengan aktifitas yang dilakukan oleh ibu.

Selain poin di atas, Anda bisa mencari tahu berbagai informasi mengenai kesehatan kandungan seperti makanan yang menyebabkan bayi meninggal di dalam kandungan dan sebagainya.

Cara Mengurangi Resiko Terjadinya JaninMeninggal di Dalam Kandungan

Semua pasangan yang telah menikah pasti menginginkan sang buah hati selalu dalam keadaan selamat dan sehat, baik ketika masih berada di kandungan maupun sudah dilahirkan. Berikut ini adalah info ibu hamil untuk menjaga sang buah hati ketika berada di dalam kandungan.

1. Jalani Gaya Hidup Sehat

Gaya hidup sehat perlu dilakukan oleh siapapun, mulai dari anak kecil hingga orang tua baik laki-laki maupun perempuan, terutama yang sedang hamil. Wanita hamil sangat dianjurkan untuk melakukan hidup yang super sehat. Mulai dari aktifitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan sampai makanan yang dikonsumsi harus diatur demi kesehatan sang buah hati.

Saat proses kehamilan, sangat dianjurkan untuk melakukan olahraga yang baik untuk kehamilan seperti yoga. Kemudian konsumsi makanan ibu hamil yang sehat dan tinggi vitamin terutama buah dan sayur untuk menjaga tumbuh kembang bayi agar tetap baik. Upayakan jangan melakukan aktifitas fisik yang berat dan mengonsumsi makanan yang berasal dari daging mentah. Anda bisa mengikuti cara merawat kehamilan menurut Islam jika beragama muslim.

2. Hindari Asap Rokok

Asap rokok memang menjadi musuh bagi siapapun, terutama kaum wanita. Baunya yang tidak sedap dan membuat nafas terasa sesak, asap rokok juga sangat berbahaya bagi siapapun yang menghirupnya. Jika Anda sedang mengandung, upayakan hindari paparan asap rokok demi kesehatan janin. 

3. Perhatikan Gerakan Bayi

Di usia 4 bulan, biasanya bayi sudah bisa mlakukan gerakan-gerakan yang ritmenya kecil. Seiring dengan bertambahnya usia kandungan, gerakan bayi akan semakin aktif dan jumlah gerakan yang dilakukan intens (setiap hari jumlahnya sama). Jika Anda mendapatkan jumlah gerakan bayi yang semakin hari semakin menurun, sebaiknya segera periksakan ke dokter karena khawatir terjadi kematian janin dalam rahim atau bayi di dalam kandungan sedang tidak dalam keadaan sehat.

4. Rutin Memeriksakan Kandungan

Saat ini banyak sekali orang yang enggan memerikaka kandungannya dengan alasan ‘biarkan urusan jenis kelamin menjadi urusan Tuha’. Padahal memeriksakan kandungan tidak hanya untuk mengetahui jenis kelaminnya saja, melainkan untuk memeriksa kondisi kesehatan sang buah hati. Jika ada suatu kondisi yang tidak normal, dokter bisa langsung menyarankan penanganan yang tepat sehingga ibu dan bayi bisa diselamatkan.

Selama proses check-up ibu juga bisa memberitahukan dokter mengenai apa saja yang dirasakan selama kehamilan. Selain itu, ibu juga bisa melakukan konsultasi langsung terkait apapun yang bersangkutan dengan kehamilan. Anda juga bisa menanyakan gerakan senam ibu hamil yang cocok dengan usia kandungan Anda.

Apapun yang terjadi di dunia ini memang atas izin Tuhan yang Maha Kuasa. Namun sebagai manusia, kita wajib melakukan ikhtiar berupa pencegahan agar apa yang ditakutkan tidak terjadi. Hindari apapun yang bisa menyebabkan janin meninggal didalam kandungan.  Jangan ragu untuk menanyakan kepada dokter ketika terjadi sesuatu saat kehamilan.

Belum ada Komentar untuk "Ibu Hamil Hati-Hati, Ketahui Penyebab dan Pencegahan Janin Meninggal di Dalam Kandungan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel