Vape dan Rokok Lebih Aman Mana? Simak Faktanya di Bawah Ini

Saat ini banyak sekali pertanyaan tentang vape dan rokok lebih aman mana? Hal ini karena banyak sekali kontroversi mengenai keberadaan vape.

Vape dan Rokok Lebih Aman Mana? Simak Faktanya di Bawah Ini
(Resource Gambar: Vaping360 - Flickr)

Vape dan rokok lebih aman mana? Pertanyaan ini sering muncul di masyarakat dan para peneliti. Pasalnya banyak sekali yang mengklaim bahwa vape lebih aman dari rokok maupun sebaliknya. Maka dari itu ketahui ulasan lengkap mengenai bahaya vape dan rokok secara lebih lanjut.

Apa Perbedaan Antara Vape dan Rokok?

Vape diciptakan untuk menghentikan kecanduan terhadap rokok tembakau. Namun pada kenyataanya keberadaan vape justru membuat sebagian penggunanya merasa kecanduan sama seperti rokok. Smoking dan vaping adalah aktifitas yang sama-sama menghirup suatu zat untuk kemudian dikeluarkan kembali. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara kedua benda tersebut.

1.       Vape

Vape merupakan sebuah alat yang terdiri dari baterai, cartridge berisi liquid, dan elemen pemanas. Vape baru bisa digunakan setelah diisi dengan cairan atau liquid. Sebenarnya alat vapenya sendiri tidak menuai kontoversi yang berarti karena hanya terdiri dari alat penghisap. Selama elemen tersebut tidak ada konsleting listrik, alat vape aman digunakan.

Hal yang menjadi perdebatan apakah vape aman atau tidak yaitu terletak pada cairan atau liquidnya. Pada awal kemunculannya, banyak orang yang mengklaim bahwa liquid vape ini benar-benar bebas nikotin sehingga tidak menimbulkan kecanduan. Jika demikian, apakah produsen akan tetap mendapatkan pasar?

Dilansir dari hello sehat, ternyata cairan ini mengandung zat adiktif sama seperti rokok tembakau. Jika memang ada liquid yang bebas dari nikotin, developer sebisa mungkin akan menambahkan zat lain yang bisa membuat penggunanya merasa ketagihan. Dengan klaim yang demikian, produk liquid akan terus-menerus di cari oleh para pengguna.

2.       Rokok Tembakau

Hampir semua orang mengetahui bagaimana bentuk rokok. Rokok merupakan lintingan tembakau yang dikeringkan. Di dalamnya terdapat ribuan bahan kimia berbahaya ketika dibakar. Setiap produk rokok sebagian besar mengandung tar dan nikotin yang lebih banyak dari liquid vape, yang notabene keduanya merupakan zat adiktif berbahaya.

Sudah banyak penelitian yang mengungkap tentang bahaya rokok. Hasilnya, rokok sangat berbahaya baik bagi perokok aktif maupun pasif. Namun meski demikian, pecandu rokok tidak akan menghiraukannya karena sistem saraf telah terserang oleh zat adiktif. Bahkan ketika tanda peringatan sudah terpampang pada kemasan, tidak bisa menyadarkan pecandu rokok.

Apa Saja Kandungan Rokok vs Vape?

Dengan mengetahui apa saja kandungan vape dan rokok, diharapkan Anda bisa mengetahui vape dan rokok lebih aman mana. Keduanya sama-sama mengandung zat kimia yang membahayakan tubuh. Tidak ada rokok yang tidak berbahaya, begitu pula dengan vape.Berikut ulasannya.

1.       13 Kandungan Rokok Tembakau

a. Asetaldehida : Senyawa yang terdapat pada lem. Mengandung zat karsinogenik (penyebab kanker)
b. Aseton : Zat yang banyak digunakan sebagai penghapus kutek. Tubuh yang terpapar aseton memiliki resiko kerusakan ginjal dan hati di kemudian hari.
c. Arsenik : Senyawa yang terdapat pada racun tikus dan pestisida. Arsenik baru keluar setelah rokok dibakar.
d. Acrolein : Bahan campuran gas air mata yang bersifat karsinogen.
e. Amonia : Bahan kimia berbahaya yang memiliki sifat tajam dan merusak. Biasa terdapat dalam cairan pembersih seperti WPC, Harpic, dan sebagainya.
f. Benzene : Senyawa yang menimbulkan penyakit akibat rokok berupa penurunan fungsi reproduksi dan mampu menurunkan jumlah trombosit (sel darah merah).
g. Kadmium : Bahan pembuatan batu baterai dan pelapis logam agar tidak berkarat.
h. Kromium : Bahan pengawet kayu dan perawatan furniture.
iNitrosamines : Senyawa berbahaya yang memicu terjadinya mutasi DNA.
j. Toluene : Bahan pelarut cat atau tiner. Zat ini bisa memberikan efek pusing, mual, dan lemah.
k. Nikotin : Zat adiktif yang bisa menyebabkan terganggunya sistem saraf pusat dan bisa menimbulkan rasa ketagihan hanya dalam waktu 15 detik setelah dihirup.
l. Tar : Zat karsinogenik yang tidak bisa dikeluarkan dari tubuh setelah merokok. 70% tar akan menempel pada paru-paru, berbentuk titik berwarna kecoklatan.
m. Karbon monoksida : Gas beracun yang membahayakan orang yang tidak merokok. Gas ini mengandung lebih banyak racun yang membahayakan fungsi otot dan tubuh.
Hampir semua produk rokok mengandung zat berbahaya di atas. Bisakah Anda membayangkan jika 13 zat berbahaya tersebut masuk ke dalam paru-paru setiap hari?

2.       Kandungan Vape

Liquid vape mengandung propilen, glikol, perasa, dan bahan kimia lain. Meski memiliki asap yang aromanya wangi, ternyata vape juga sama bahayanya seperti rokok karena menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Dilansir dari American Cancer Society, liquid dan asap vape mengandung bahan kimia berbahaya sebagai berikut:

a. Nikotin

Meski jumlahnya hanya nol sekian persen, nikotin tetaplah zat adiktif yang bisa merusak sistem saraf. Jumlah nikotin pada liquid vape berbeda-beda, ada yang lebih rendah dan ada pula yang lebih tinggi. Jika intensitas vaping tinggi, maka tidak ada pertanyaan vape dan rokok lebih aman mana karena dua-duanya sama berbahaya.

b. Volatile Organic Compounds (VOC)

VOC merupakan senyawa yang mudah menguap ketika terkena panas. Senyawa VOC inilah yang membuat aktifitas vaping terasa menyenangkan karena asap yang dikeluarkan sangat tebal. VOC yang terkandung dalam vape adalah propilen glikol yang biasa dibuat untuk menimbulkan asap pada panggung pertunjukan.

c. Diacetyl

Diacetyl merupakan suatu zat yang sering menjadi penanggung jawab terhadap kasus bronchiolitis obliterans atau penyakit paru-paru popcorn. Zat ini terkandung dalam flavor atau perasa.

Meski kandungan bahan kimia berbahaya pada liquid vape tidak sebanyak rokok tembakau, bukan berarti vape lebih aman untuk dikonsumsi.

Bukti Penelitian Mengenai Bahaya Vaping

Mengapa rokok elektrik lebih berbahaya? Jika Anda masih penasaran mengenai vape dan rokok lebih aman mana, coba simak ulasan beberapa penelitian yang sudah dilakukan para ahli. Hasil penelitian mengenai bahaya vape sudah dimuat dalam jurnal internasional maupun nasional. Berikut ulasan singkatnya.

1.       Food and Drugs Administration (FDA)

BPOM Amerika Serikat telah melakukan penelitian pada tahun 2009. Hasilnya menunjukan bahwa liquid vape mengandung bahan karsinogen (penyebab kanker) dan bahan kimia beracun seperti formaldehyde. Zat ini merupakan senyawa yang digunakan untuk pelapis kayu.

2.       Public Library of Science Journal

Tahun 2017 lembaga ini menunjukan bahwa beberapa produk liquid vape memiliki kadar benzene yang lebih tinggi daripada rokok tembakau. Tidak heran jika korban vape semakin hari semakin bertambah.

3.       National Institue of Public Health

dr. Nauki Kunugita dari Jepang menyebutkan bahwa dalam satu hisapan rokok elektrik, memiliki jumlah karsinogen sebanyak 10 kali lipat dibandingkan satu batang rokok biasa.

4.       Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes)

Kepala Balitbangkes, Tjandra Yoga Aditama menyatakan bahwa semua liquid vape memiliki kandungan yang berbeda. Namun pada setiap produk liquid pasti terdapat campuran bahan yang mengandung nikotin dan propilen glikol.

Setelah membaca ulasan mengenai perbandingan vape dan rokok lebih aman mana, Anda sudah bisa menyimpulkan sendiri bahwa keduanya sama-sama tidak baik untuk kesehatan. Tidak ada liquid yang sehat. Keduanya sama-sama mengandung bahan kimia yang tidak boleh diremehkan. Pengendapan bahan kimia dalam tubuh lambat laun akan membawa dampak buruk bagi kesehatan.

Belum ada Komentar untuk "Vape dan Rokok Lebih Aman Mana? Simak Faktanya di Bawah Ini"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel